Tradisi Bancakan di Toscana ’97

Ketika itu saya bekerja sebagai asisten juru masak di toscana th 1997

Masakan Italia yg menjadi perhatian saya-jenis jenis pasta begitu menggelitik saya untuk dipelajari.Cara saya memahami masakan pun menggunakan imajinasi seni -keingin tahuan saya tentang hidangan italia begitu besar-sampai ada beberapa resep rahasia Chef Mario De Carlini saya pelajari dgn baik.

Singkat kata saya begitu kagum dengan kuliner barat dan sangat menyukai jenis-jenis keju sampai segala yg berbau Import.

Teman teman dapur senior saya banyak yang “Master” dalam hidangan Itali, tetapi mereka tidak perduli dengan ke”master”an nya. Prinsip mereka hanya satu jujur dalam bekerja, alias tidak pernah mencuri sama sekali barang2 import(kehilangan bahan makanan dlm usaha restoran seringkali terjadi).

Teman-teman saya itu asli betawi dan berpendidikan rata-rata smp – sma dan bahkan ada juga yang anak supir, walaupun mereka jago banget di makanan Italia tetap saja mereka tidak menyukai makanan seperti itu.

Sementara latar belakang saya adalah keluarga dari kelas sosial menengah. Sejak kecil saya sudah seringkali masuk keluar restoran dan begitu akrab dengan hidangan international-sementara teman-teman betawi saya yang “master”italian food, sampai mati mereka tetap menyukai semur jengkol, sambal pecel dan orek tempe. Selera makan mereka ‘harga mati’ dengan makanan “kampung”. Bila dibandingkan saya makanan kampung ayo,makanan intl juga masuk,apapun saya bisa makan.

Suatu hari sebagai anak baru, saya masih kurang disenangi oleh senior senior saya, ada cibiran dan omongan dibelakang yg saya dengar kalau saya anak orang gedongan, titipan dari boslah.. Tetapi saya tidak peduli, saya ingin belajar dari mereka. Kemudian saya melakukan pendekatan persuasive, yang berbuntut dengan ajakan senior betawi untuk makan siang bersama.

Dimana?

Yap! makan Di ruang ganti pria yang bau prengus, dinding kotor, pengap bau keringat dan sarang laba2 terlihat di sudut ruangan, teryata mereka menggelar tradisi Bancakan yaitu nasi yg dibungkus dgn kertas coklat dan daun pisang beli di warteg dijejer panjang dilantai yg sudah lama tidak di pel.

Lauknya tempe orek,sambel jengkol,bakwan goreng kampung, telur balado.

Saya diajak untuk makan bersama. Hati dan perasaan saya campur aduk ketika itu, ada perasaan risih, aneh, ada perasaan senang krn dianggap keluarga baru

Kami bersepuluh diantaranya:

  1. Bang Shomad, putra betawi-masih bekerja sbg master pizza di Toscana
  2. Deny anak supir bos yang minderan-bekas pelayan restoran, sekarang master chef Itali restaurant mewah di Jogjakarta
  3. almarhum Walimu, kitchen helper yg engga pernah naik pangkat, jujur tidak pernah marah, walau sering dihina dan direndahkan oleh Paulus, meninggal dunia setelah meninggalkan usaha katering sukses untuk istri dan anaknya
  4. Alm Kiclik si anak baik pencuci piring, yang meninggal kabarnya karena infeksi tulang belakang, terlalu lelah bekerja memasak di usaha katering selama 18 jam perhari bekerja.
  5. Ari Adam anak jawa pemalu,penyuka Death metal rambut skinhead musuhnya paulus yg saat ini sedang berada di jepang menjadi Italian master chef disana.
  6. Budi no problem, si jago pizza yg cengegesan rajin menabung entah kemana sekarang.
  7. Beberapa kliner wc dan tukang diesel ikut makan bersama kami.

Saya melihat mereka begitu lahap dan ikhlas banget. Saya jadi terharu dan lupa dengan semua kejorokan tsb. Saya merasa diterima menjadi bagian dari mereka, sampai detik ini saya selalu mengunjungi mereka di toscana. Buat saya, kami seperti saudara satu darah, cuma pekerjaan dan kematian yg memisahkan kami rasanya hahaha…

Sungguh suatu pengalaman yang tak terlupakan betapa melalui makanan orang dapat duduk bersama dan melupakan perbedaan serta memulai sebuah sejarah baru!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s